Kamis, 27 November 2014
Dampak negatif dan positif internet bagi pelajar
03.19 | Diposting oleh
dewi nur anjani |
Edit Entri
Dampak Positif :
1. Internet sebagai media komunikasi :
merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data :
dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web : jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data :
perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi:
kemudahan untuk memperoleh informasi yang ada di internet banyak membantu manusia sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Selain itu internet juga bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan :
Dengan kemudahan ini, membuat kita tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan karena dapat di lakukan lewat internet.
Dampak Negatif :
1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
2. Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4. Carding
Karena sifatnya yang real time(langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
5. Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
Secara garis besar dampak negatif internet adalah :
1. Internet sebagai media komunikasi :
merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data :
dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web : jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data :
perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi:
kemudahan untuk memperoleh informasi yang ada di internet banyak membantu manusia sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Selain itu internet juga bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan :
Dengan kemudahan ini, membuat kita tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan karena dapat di lakukan lewat internet.
Dampak Negatif :
1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
2. Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4. Carding
Karena sifatnya yang real time(langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
5. Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
Secara garis besar dampak negatif internet adalah :
- Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
- Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
- Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).
- Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut
Mengapa Tawuran antar Pelajar Masih Sering Terjadi?
03.12 | Diposting oleh
dewi nur anjani |
Edit Entri
Mengapa Tawuran Pelajar Masih
Terjadi?

sumber:
Tribunnews.com
Tawuran akan hilang bila ada kerjasama dari semua
pihak. Mereka yang tawuran sering kali bingung menjawab kenapa mereka bisa
menjadi seperti itu. Alasannya, karena soladiritas dengan temannya yg satu
sekolah. Ketika sekolah mereka diserbu oleh sekolah lain, tentu harus
mempertahankan diri.
Tapi bukan itu inti maslahnya. Kurangnya pendidikan
agama dalam keluarga menjadi sesuatu yg harus dipikirkan oleh para orang tua
dan guru.
Rasanya saya harus berkata, bahwa tenaga anak muda itu
besar, dan kalau tidak disalurkan akan berakibat negatif seperti tawuran.
Solusi paling efektif adalah menambah kegiatan-kegiatan positif di lingkungan
rumah dan sekolah seperti main bola, ikut ekskul, dan la masih banyak lainnya.
Sedih sekali melihat anak muda kita saling membunuh.
Tawuran antar pelajar menjadi keprihatinan kita bersama. Mengapa mereka bisa
tawuran? Apakah penyebabnya? Mengapa yang mati justru mereka yang tidak ikut
tawuran? Mengapa anak sekolah membawa senjata tajam, dan bukan buku?
Sejuta tanya dalam benak saya sebagai seorang
pendidik. Sedih rasanya melihat peserta didik kita terluka akibat tawuran. Hal
yang lebih sedih lagi, bila peserta didik kita mati akibat tawuran. Padahal,
tidak sekalipun anak itu ikut tawuran. Hanya saja, takdir Allah merenggut
nyawanya menjadi korban tawuran.
Jangan salahkan mereka, dan jangan juga kita saling
menyalahkan. Mari kita menyikapinya dengan bijak. Setiap kita tentu pernah
mengalami yang namanya sekolah. Tempat berkumpul anak bangsa untuk mewujudkan
cita-citanya. Merekapun berharap lulus dari sekolah dengan berbekal
pengetahuan, keterampilan, dan tentu saja budi pekerti yang luhur.
Namun sayang, tujuan bersekolah itu tak terlihat lagi.
Berbagai media menyoroti tawuran antar pelajar. Sedih sekali melihat mereka
berkelahi. Sesama anak bangsa saling berkelahi. Kita lihat, cuma hanya karena
persoalan kecil, celurit keluar dari sarangnya. Seolah lupa, bahwa hidup hanya
sekali saja. Kalah jadi abu, menang jadi arang. Tak ada yang diuntungkan dari
tawuran. Semua pihak mengalami kerugian.
Orang tua menyekolahkan anak agar mampu mandiri,
menjadi manusia terampil, dan kelak mampu bekerja dengan minat dan keahliannya.
Tentu mereka akan kecewa bila melihat anaknya terlibat tawuran, dan menjadi
korban tawuran antar pelajar. Kalau saya adalah orang tua yang mengalaminya,
tentu akan kecewa, dan marah dengan kelakuan anak sendiri. Tapi, apakah marah
dapat menyelesaikan persoalan anak kita?
Anak kita pada dasarnya adalah anak yang baik.
Lingkunganlah yang membuat dirinya tidak baik. Bisa di lingkungan rumah,
keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semuanya bisa saling terkait karena manusia
adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Tak ada manusia yang sanggup
hidup sendiri.
Persoalannya adalah mengapa tawuran pelajar harus
terjadi? Tidak adakah rasa saling cinta mencintai, dan rasa saling sayang
menyayangi di antara sesama manusia? Tak adakah pengamalan dari sila kedua
pancasila, kemanusian yang adil dan beradab?
Pasti ada yang salah dalam pendidikan anak kita. Mulai
dari pendidikan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat. Hal yang pasti, belum
banyak orang tua yang menjalankan tugasnya dengan baik. Belum banyak guru yang
mampu menjadi tauladan buat anak didiknya. Sehingga omongannya di dengar, dan
mereka akan menjauh dari tawuran antar pelajar. Guru dan orang tua belum
mampu menjadi idola mereka.
Minimnya keteladanan dari tokoh masyarakat, membuat
para remaja akhirnya mengidolakan tokoh-tokoh lain yang membuat kita tak
percaya kalau mereka memang telah menjadi followernya. Idola mereka tidak lagi
ayah dan ibunya. Idola mereka tidak lagi bapak dan ibu gurunya. Idola mereka
adalah para artis hebat yang membuat mereka tergila-gila dibuatnya. Kita akan
termehek-mehek bila melihat mereka bertemu dengan idola mereka. Seperti makhluk
yang bertemu dengan penciptaNya.
Dunia remaja adalah dunia yang penuh dengan pesona.
Potensi unik, dan tenaga mereka sungguh luar biasa. Bila salah dalam
mengarahkannya, mereka akan menjadi preman yang kejam, dan tak peduli dengan
sesama.
Pengalaman menjadi seorang pendidik, bila anak sekolah waktunya sudah habis untuk kegiatan di sekolah, baik intra kurikuler mapun kegiatan ekstrakurikuler, pastilah anak itu menjadi baik. Potensi unik mereka akan tersalurkan dengan baik sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Tak akan pernah terpikirkan untuk tawuran, karena hobi dan minat mereka sudah tersalurkan. Merekapun akan berpikir 2 kali untuk melakukan tawuran, karena hanya merepotkan diri sendiri.
Pengalaman menjadi seorang pendidik, bila anak sekolah waktunya sudah habis untuk kegiatan di sekolah, baik intra kurikuler mapun kegiatan ekstrakurikuler, pastilah anak itu menjadi baik. Potensi unik mereka akan tersalurkan dengan baik sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Tak akan pernah terpikirkan untuk tawuran, karena hobi dan minat mereka sudah tersalurkan. Merekapun akan berpikir 2 kali untuk melakukan tawuran, karena hanya merepotkan diri sendiri.
Sewaktu penulis menjadi pelajar STM (sekarang SMK)
dahulu, banyak pelajar yang sudah terlibat tawuran. Tawuran terjadi biasanya
usai pulang sekolah. Kami harus bertahan karena diserang tiba-tiba dari sekolah
lain. Kalau sudah begitu, tak ada jalan lain kecuali melawan dengan cara
kesatria. Cuma sayangnya, banyak diantara mereka yang membawa batu, kayu, dan
senjata tajam. Kalau sudah begitu, ambil langkah seribu menjadi pilihan
favorit. Sebab menang melawan mereka pun tiada gunanya. Hanya membuang waktu
percuma, dan melukai diri saja. Biarlah mereka berkata kami pengecut. Kalah
untuk menang jauh lebih berarti daripada kami harus berkelahi.
Untunglah saya bertemu dengan para guru tangguh
berhati cahaya. Di sekolah kami di doktrin untuk tidak tawuran. Kalau terpaksa
harus tawuran karena diserang, kami lebih baik mengambil sikap mundur. Beberapa
guru tampil untuk mencari solusi damai. Sekolah kami pun akhirnya damai dan
tentram. Tak ada tawuran di sekolah kami selama saya bersekolah di sekolah itu.
sampai saat inipun saya tak pernah mendengar ada tawuran di sekolah saya dulu
yang kini menjadi SMKN 5 Jakarta.
Di sekolah lain bahkan diterapkan peraturan. Siapa
saja siswa yang telibat tawuran, maka sanksinya adalah dikeluarkan dari
sekolah. Sepintas terlihat kejam, tapi hasilnya dahsyat. Tak ada satupun siswa
yang mau tawuran antar pelajar. Kalaupun ada, hanya perkelahian kecil saja
antar sesama siswa. Tak menjalar ke sekolah lain sehingga menyebabkan tawuran.
Pak dedi dwitagama kepala SMKN 29 Jakarta, sudah
mempraktekkannya di sekolah SMKN 29 yang dipimpinnya. Tak ada anak yang berani
tawuran, karena sanksinya dikeluarkan dari sekolah. Kepala sekolah harus tegas,
dan membuat aturan di tahun ajaran baru. Merekapun sebagai pelajar harus tanda
tangan dengan materai 6000 sebagai bukti perjanjian mereka dengan sekolah. Bila
melanggar, cukup diperlihatkan saja perjanjian yang sudah mereka tanda tangani.
Dari sisi hukum sekolah menang, dan tak ada lagi siswa yang berani tawuran
apapun alasannya.
Di sekolah Labshool Jakarta tempat penulis mendidik
anak bangsa, tak ada perjanjian siswa dikeluarkan dari sekolah karena tawuran
pelajar. Namun kami fokus dengan pendidikan karakter yang sudah
masuk dalam budaya sekolah kami. Iman, ilmu, dan amal bukan hanya slogan
semata. Semua itu diterapkan dalam kegiatan akademis dan non akademis. Alhasil,
sekolah kami tak pernah telibat tawuran antar pelajar sekolah lain. Kalaupun
ada terjadi, itu semua sudah diantisipasi oleh para wakil kepala sekolah bidang
kesiswaan.
Tawuran pelajar terjadi, karena anak belum menemukan
potensi unik dalam dirinya. Akhirnya, potensi itu menjadi liar dan tak
terkendali. Akibatnya, anak merasa menjadi jagoan, dan tak ada orang lain yang
lebih jago darinya. Bila guru tak mampu menjadi pemandu untuk anak-anak ini,
maka berakibat mereka tak menemukan minat dan bakatnya. Pada akhirnya,
kenakalan remaja yang terjadi. Mereka merasa tidak puas dengan keadaan di
sekelilingnya. Bila itu terjadi, sekolah menjadi beban buat mereka, dan bukan
tantangan untuk meraih manisnya ilmu. Sekolah tak ubahnya seperti hutan
belantara, dimana yang kuat dia yang berkuasa. Padahal seharusnya, sekolah
menjadi peradaban ilmiah karena ada suasana menyenangkan di rumah keduanya.
Sekolah harus menjadi rumah kedua buat peserta didik kita.
Sekolah
harus menjadi rumah kedua peserta didik kita
Akhirnya, tawuran pelajar yang menyedihkan harus kita
sikapi dengan bijaksana. Semua anak adalah juara, dan guru di sekolah harus
mampu mengembangkan potensi unik mereka. Para orang tua harus lebih
memperhatikan buah hatinya, dan harus mampu menjadi idola buat putra/putrinya.
Bila anak bangga dengan kedua orang tuanya, maka diapun akan bangga dengan
dirinya yang melahirkan prestasi dari apa yang diminatinya.
Salam blogger persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com
Omjay
http://wijayalabs.com
Minggu, 23 November 2014
Penting Ga sih di adakannya Ujian Nasional?
19.26 | Diposting oleh
dewi nur anjani |
Edit Entri
Ujian Nasional yg lebih dikenal dengan nama UN di tahun 2014 ini
sedang mewabah para murid yg akibatnya menjadi GILA! Disini gue mau koar
koar geje lah ya.
Apa sih pandangan elu tentang UN?
UN itu sebuah ujian dimana kita yg belajar 3 tahun ditentukan 3/4
hari! Gak adil kan? So pasti. Gue capek capek ngejar guru untuk dapat
nilai yg gue kira bisa membantu kelulusan gue,eh malah ditentukan sama
3/4 pelajaran dan soalnya diluar batas kemampuan gue sendiri.
Kenapa elu benci banget dengan kata “UN”?
Gue benci pada Ujian Nasional karena adanya penyetaraan kemampuan
murid di seluruh Indonesia yg SEBENARNYA mendikbud ini tidak tau
bagaimana tingkat pendidikan di Jawa Barat, di Kalimantan Timur, di
Sumatera Utara, di Papua. Dia hanya ingin terus mencetak murid murid yg
memiliki kemampuan sama dan sesuai YANG DIA HARAPKAN!
Udah benci UN kenapa elu benci juga dengan mendikbud?
Jujur saja,gue gak terlalu benci adanya UN tapi gue benci banget
dengan menteri pendidikan sekarang yg bernama Mohammad Nuh. Pendapat
gue,dia itu pemikirannya masih kolot atau tua. Pemikirannya bukan
membuat sistem pendidikan menjadi lebih baik tetapi menjadi semakin
buruk!
Yaudah,gue ceritakan aja awal gue kenapa sih benci dengan UN dan menjadikan gue sendiri sebagai orang yg tidak jujur.
Gue dari kelas 1 SD hingga 6 SD selalu diterapkan oleh orang tua
untuk menjadi orang jujur. Gue percaya dulu tuh kalau gue jujur,pasti
orang tua gue gak marah karena dia mengerti kenapa gue melakukan
kesalahan tersebut. Saat gue ujian juga,gue selalu ingin terus
melakukannya dengan jujur. Dan saat gue melaksanakan ujian nasional di
SD dulu,gue melakukannya dengan jujur. Gue belajar full sehari demi UN
ini. Akhirnya gue lulus dengan NEM yg sangat memuaskan bagi gue dan
orang tua gue yaitu 25,90. Mungkin bagi kalian kecil tapi menurut orang
yg melakukannya dengan jujur dan memiliki niat pasti adalah hasil yg
memuaskan.
Skip kita menuju masa SMP gue. Awal awal di SMP ini,gue masih menjadi
seseorang yg jujur. Hehehe. Ulangan ulangan masih bisa lah gue kerjain
sendiri tanpa menyontek. Tetapi semua berubah saat gue kesal dengan
teman teman gue ada yg menyontek di ujian semester 2 SMP gue. Dan
tentunya hasil yg nyontek lebih besar daripada gue yg belum pernah
menyentuh kata “menyontek” pada saat itu. Mindset gue sebagai anak yg
terosebsi dengan juara tanpa menyontek berubah menjadi (pasti lebih)
juara dengan menyontek. Ulangan dan ujian selanjutnya pun gue kerjakan
dengan menyontek. Hampir tugas pun gue menyontek juga. Dan disaat gue
melaksanakan UN SMP kemarin,gue ingat sekali saat itu dimana gue
mendapat kabar bahwa guru di sekolah gue sudah bersepakat dengan guru
sekolah lain untuk membiarkan murid muridnya menyontek. Maksud
membiarkan menyontek disini adalah murid akan dibagikan kunci jawaban
dan si murid pasti akan mencari ide untuk “bagaimana gue bisa lihat
contekan ini?” “mau gue tulis dimana biar gampang dilihat?” kan?
Nah,disaat UN dimulai,para murid mulai mencontek kunci jawabannya masing
masing entah disimpan di kaus kaki,di dalam dasi,ataupun di tangannya
dan para pengawas dari sekolah lain itu “menjadi pura pura” gak tau apa
yg dilakukan murid tersebut. Ohiya,kenapa pengawasnya dari guru sekolah
lain? Itu emang sistemnya jadi kurang tau alasan pastinya.
Dan gue lulus dengan NEM 34,75. Rendah bagi pecontek seperti gue ini
tetapi memuaskan bagi orang orang yg melakukannya dengan jujur. Entah
kenapa,gue kecewa dan gak sebahagia seperti saat mendapat NEM di SD gue.
Lanjut lagi. Dan itulah yg menjadikan saya menjadi pecontek dan
kurang jujur melakukan apapun. Di SMK pun sama. Hampir segala jenis
ulangan dan ujian gue lakukan dengan melihat kunci jawaban atau melihat
jawaban teman.
Terus apa hubungan cerita elu sama kebencian elu terhadap UN?
Gue tau pendidikan itu penting. Gue tau banget itu. Tetapi bagi gue
ada celah besar kesalahan di sistem pendidikan Indonesia. Teman gue yg
mencontek saat itu pernah mengatakan dia memulai kegiatan cheating ini
karena takut dia gak lulus dan membuat orang tuanya malu. Dan disaat gue
mengerjakan UN pun merasakan hal yg sama dimana gue ketakutan tidak
lulus tetapi gue malah mengantisipasinya dengan cara yg salah……dengan
menyontek.
Kesimpulannya adalah murid SD atau anak yg berumur 6 – 12 tahun itu
bisa dan mudah diajarkan untuk menjadi jujur tetapi kejujuran itu akan
dihancurkan secara mudah dengan adanya mindset baru “GUE GAK LULUS? APA
KATA DUNIA!” pada saat anak itu mulai menginjak dan melaksanakan UN SMP
maupun SMA. Maksud gue,UN ini sudah menjadi penentu segalanya. Perguruan
tinggi,melanjutkan tingkat sekolah lebih tinggi,bekerja,gengsi,dll.
Tentu para murid akan ketakutan jika sudah disuntikkan mindset buruk
buruk “jika kamu tidak lulus …..” seperti ini.
Cerita diatas yg baru gue ceritakan adalah kisah nyata. Ohiya,jangan
dicontoh menconteknya ya karena itu membuat kamu menjadi orang yg kurang
percaya diri dan tidak jujur. Untuk part 2 ditunggu aja.
Terima kasih sudah membaca :)
sumber : https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1302844232336485738#editor/target=post;postID=2795953581204529619
Langganan:
Postingan (Atom)


